Kalo lo nyimak, dalam postingan sebelumnya gue udah cerita sedikit tentang tetangga gue. Gimana kita bisa kenal dan akhirnya temenan, bahkan udah kaya kakak-adik.
Yea, dia adalah "isteri simpenan" dari seorang polisi yang cukup kaya dan terkenal di daerah nya. Sebut aja namannya 'Jojo'. Kalo diliat Jojo ini emang manis, walaupun kulitnya hitam, pembawaannya tenang, dan berwibawa, juga punya kharisma, sehingga orang yang kenal sama dia agak sedikit segan dan menghormatinya, termasuk gue saat kenal dia. One day, gue diajak pergi ke suatu tempat karoke gak jauh dari daerah tempat kita tinggal, gue yang saat itu lagi sama cowo gue akhirnya join dengan mereka.
Setelah kita saling kenal, bisa ketawa-ketawa bareng gue berpikir, ternyata ngga sedingin itu orangnya, he's very humble, so easy to closer with him, and i'm happy because i think he can caring his "second wife".
Saat kita mulai deket, teteh ngga pernah cerita tentang karakter dari suami nya seperti apa, yang gue tau dia adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya walaupun si teteh ini adalah isteri keduanya. Sampai pada akhirnya teteh ngerasa kalo akhir-akir ini Jojo kurang peduli sama dia, saat dia ngeluh sama gue, tanpa dia sadarin dia yang justru menguatkan dirinya sendiri untuk bersabar karna posisinya dia adalah seorang isteri kedua. Dia selalu yang bilang "teteh mah positif thinking aja, kalo dia kurang peduli mungkin dia lagi sibuk sama urusan kantor atau urusan partai". Lagipula Jojo juga bukan hanya sibuk dengan urusan rumah tangga, tapi saat ini dia juga sibuk menjadi tim sukses dari salah satu kandidat Pilkada Bekasi. Puluhan bahkan ratusan juta dari uang pribadinya sudah ia keluarkan demi mensukseskan kandidatnya agar terpilih menjadi Kepala Daerah di Bekasi. Tepatnya hari ini, tanggal 11 Maret 2012 menjadi puncaknya, karna hari ini hari pemilihan Kada bagi seluruh warga Bekasi.
Satu hal yang gue kurang respect dengan Jojo adalah dia adalah orang yang sangat menyukai tempat hiburan, dia rela keluarkan banyak uang untuk datang ke tempat hiburan malam. Sedangkan isteri keduanya sangat dilarang keras untuk bekerja, atau bahkan untuk sekedar hang out sama teman-temannya. Teteh sabar, dia selalu nurut apa kata Jojo, semua kemauan Jojo selalu diturutin, padahal dia sering dibohongi oleh Jojo.
Suatu hari, saat dia bener-bener jenuh dengan keadaan dia yang seperti itu akhirnya dia curhat sama gue, sebagai temen yang baik gue berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha memahami apa yang dia rasakan dalam hidupnya. Karna terbawa emosi tentang cerita dia dan Jojo, tanpa dia sadari akhirnya dia menceritakan pengalaman hidupnya dari dia kecil sampe sekarang.
Dari kecil, dia adalah orang yang kurang diperhatikan oleh keluarganya sendiri, dia ngga pernah ngerasain kebahagiaan semasa kecil itu seperti apa. Dia yang waktu kecil tinggal di Bandung saat itu, orang tuanya sudah bercerai. Ibunya menikah lagi dengan laki-laki lain, dan memutuskan untuk ikut bersama suaminya di Medan. Semakin jauh dia dari Ibu, tetapi ngga sedikitpun ibunya peduli dengan dia. Ayahnya pun menikah lagi dengan wanita lain. Entah apa yang ada di pikiran dia saat itu, apa yang dia rasa saat itu, gue pun terenyuh dalam ceritanya.
Waktu dia kelas 4 SD, dia pernah punya pengalaman yang pahit banget. Saat itu dia mau ujian Ebtanas, *dulu kan masih EBTANAS yah* tapi karna ga ada yang biayain dia kebingungan, sedangkan untuk ikut ujian itu dia harus membayar biaya ujian sebesar 40 ribu rupiah. Akhirnya dia putar otak dan memutuskan untuk dateng ke rumah ayahnya yang masih di Bandung untuk meminta uang. Jauh-jauh, anak sekecil itu udah berkorban naik bus hanya untuk meminta uang untuk biaya sekolahnya. Sambil berlinang air mata, dia nerusin cerita nya ke gue, gue mendengarkan penuh haru.. Jam 11 malam dia akhirnya sampe ke tempat ayahnya. Dia bicara ke ayahnya sambil nangis, minta uang karna ngga ada uang buat biaya ujian. Tanpa disangka, ayahnya justru nyuruh dia pulang karna isterinya yang notabene adalah ibu tiri teteh ngga suka dengan kedatangan teteh. Akhirnya dia cuma dikasih uang 50ribu dan disuruh pulang sendirian naik angkutan umum. Jam12 malam, seorang anak kecil disuruh pulang sendirian jauh-jauh kaya gitu!!!! whaaaaat?! yang ada di otak gue saat itu adalah ayahnya adalah seorang ayah yang biadab! sorry kalo gue kasar tapi cuma kata-kata itu yang bisa menggambarkan kepribadiannya. (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾'̾̾)̾
Akhirnya dia pulang, di angkot dia nangis, beruntung dia bersama dengan orang-orang baik saat itu, ada ibu-ibu yang nanya, "kenapa de? mau kemana malem-malem gini sendirian? kok nangis?" teteh pun menceritakan apa yang dia alamin waktu itu dan bikin seisi angkot iba sama dia dan justru dia dikasih uang dari orang-orang yang ada di situ bahkan supir angkotnya pun berbaik hati untuk nganter dia sampe rumah. fiuuh tenang denger endingnya..
Dari kecil dia selalu ngerasa dijadiin pembantu dirumah tempat dia tinggal. Dia tinggal di rumah saudaranya, karna orang tua nya yang udah divorce. Dia selalu tau diri akan posisi dia dirumah itu, setiap hari tanpa disuruh pun dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kalo abis makan malem cucian piring banyak, karna penghuni rumah itu banyak, tanpa diminta pun dia cuci piring bekas makan saudara-saudaranya.
Saat dia SMA dia pacaran sama Jojo, bertahun-tahun pacaran, dia ditinggal nikah sama Jojo, dia nikah sama isteri Jojo yang pertama. Ternyata Jojo dijodohin sama keluarganya dan dipaksa menikah dengan pilihan keluarganya. Teteh saat itu jatuh dan terpuruk akibat kejadian itu akhirnya berpaling ke cowo lain sampe akhirnya nikah. Sebut aja 'Joni'. Setelah nikah sama Joni, dia pikir dia akan dapetin kebahagiaan yang layak dia rasakan . Tetapi ternyata Joni sering memperlakukan teteh secara ngga selayaknya sebagai isteri. Mereka berdua tinggal di rumah Joni bersama kedua orang tua Joni,. Joni yang memang dari dulu udah 'ngga bener' ternyata ngga bisa berubah. Hal itu sebenernya yang diinginkan keluarga Joni dari teteh, yaitu membuat Joni berubah. Karna keluarganya berpikir bahwa teteh ngga bisa ngerubah sifat Joni yang masih suka keluar malam, mabuk-mabukan, main perempuan, sampe saat teteh hamil anaknya Joni (yang gue ceritain di awal mau rayain birthday anaknya itu anak dari Joni), bahkan dia ngga peduli. Bahkan saat anaknya lahir, Joni sama sekali ngga ada di samping dia untuk melindunginya layaknya seorang suami kepada isterinya. Untuk beli susu anaknya pun dia cari uang sendiri, dia usaha jualan jus di depan sekolahan di Bandung waktu itu. Di rumah mertuanya dia seperti dijadiin pembantu sama mertuanya sendiri. Disuruh cuci pakaian satu keluarganya, nyapu, ngepel, yah pokonya pekerjaan rumah lah. Padahal orang sekaya keluarga Joni bisa nyewa 1 atau bahkan lebih pembantu untuk ngerjain tugas-tugas rumah kaya gitu. Denger cerita itu gue cuma bisa menghela nafas sambil ngelus dada, ckckck pahiiiit banget pahit!!
Teteh masih punya cukup kesabaran untuk ngadepin itu semua, sampe pada akhirnya Joni ternyata mempunyai wanita lain dalam hidupnya. Yea readers... dia selingkuh.(⌣́_⌣̀) *O My God! apa lagi ini! *dalem ati*. Saat itu Joni pulang tengah malem dan dalam keadaan mabuk, dia tidur dan melepaskan pakaiannya untuk berganti pakaian, saat itu teteh melihat kejanggalan yang ada di tubuh suami nya itu, lo atau apa yang ada di badan tu orang?! Di dada nya banyak terdapat bekas "cupangan"! entah siapa orang yang udah jadi selingkuhan Joni, saat itu teteh marah dan kalap, dan secara spontan memukuli Joni dengan sapu yang waktu itu ada di depan matanya.
Setelah kejadian itu, dia berpikir dan memutuskan untuk bercerai dengan Joni. Dia bingung dengan keadaannya waktu itu, ngga tau harus berbuat apa. Saat itu dia hanya berpikir untuk kembali ke Jojo, tapi ngga mungkin lagi karna Jojo udah punya isteri. Jojo yang sampe sekarang tinggal di Bekasi, akhirnya bertemu lagi sama teteh karna teteh mutusin pergi dari Bandung ke Bekasi untuk nemuin Jojo.
Setelah ketemu Jojo, teteh meluapkan semua yang ada dalam hatinya, ia keluarkan semua yang telah dialaminya belakangan itu. Tanpa disangka, Jojo justru meminta ia kembali, dan ingin meminangnya sebagai isteri kedua. Akhirnya teteh jujur ke Jojo kalau dia sudah punya anak dari Joni, tapi Jojo tidak peduli dengan itu semua. Ia menerima teteh apa adanya. Akhirnya dia pun menikah dengan Jojo, tanpa persetujuan dari isteri pertamanya. Makanya itu dia disebut sebagai "Isteri simpanan". Dan sampai sekarang.....
Tidak sampai disitu penderitaan yang ia alami. Baru pengen ngerasain kebahagiaan sebentar aja, dia udah harus menanggung beban yang buat gue itu mungkin jadi klimaks nya cobaan hidup yang dari kecil bertubi-tubi menimpa dia.
Dua tahun belakangan dia merasa seperti anak yang terbuang, orang tuanya jarang banget kasih kabar, atau sekedar menanyakan kabar nya apa dia baik-baik aja, sehat atau ngga, lagi ngapain.. fiuh! kasian teteh (⌣́_⌣̀). Sampe pada akhirnya, saat dia lagi main ke tempat salah satu saudara yang dia punya, dia mengeluhkan hal itu kepada saudaranya. And you know what readers..? Saudara nya mengungkapkan bahwa dia adalah bukan anak biologis dari orang tua nya saat ini, itu sebabnya orang tuanya ga peduli sama dia. Bagaikan disambar petir di siang bolong, mungkin itu yang dia rasain saat dia mendengar pengakuan dari saudaranya. Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang akan kau berikan kepada kakak angkat ku yang baik ini?? :'(
Sambil terus berlinang air mata, dia bilang sama gue "kalo mereka bukan orang tua gue? terus siapaaa orang tua gue!!???!" gue yang akhirnya ikut nangis denger cerita itu, hanya bisa kasih support ke dia untuk selalu sabar, karna yang gue tau teteh itu adalah wanita yang sangat kuat, sangat sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan di hidupnya. Gue memberikan saran ke dia agar ga usah mencari tau, orang tuanya dimana.. hari gini kan teknologi juga udah semakin canggih, tinggal test DNA semua akan jelas terlihat. Cuma keadaan yang ngga memungkinkan dia untuk mencari tau karna jauh dari orang tauanya. Akhirnya dia sudah bisa menerima cobaan itu, dan berusaha mengindahkan perkataan saudaranya yang menyebutkan kalo dia bukan anak biologis dari orang tuanya.
Karna akhir-akhir ini dia ngerasa Jojo ngga peduli sama dia, dia ngungkapin semua yang ada di hatinya ke gue, "sekarang teteh ga mau ambil pusing de, dia mau bohong, dia mau bener atau ngga, sekarang teteh punya ade baru, yang bisa teteh ajak ngomong, teteh punya kamu, teteh cuma takut keilangan perhatian dari orang-orang yang teteh sayang" ngedenger itu.. gue jadi bertekad untuk selalu bisa nyenengin dia, selalu buat dia ketawa.. ngga ada yang boleh lagi nyakitin dia..
Smoga cerita gue ini bisa menginspirasi siapa aja yang ngebacanya, dan bener pepatah mengatakan "don't judge a book by it's cover". Jangan pernah lo menilai apa yang cuma lo lihat, tapi lo baru bisa menilai setelah kita menyelami hal itu. We never know, life history from every person.. and from this story i learn to appreciate the struggles of life, how she can survive with the difficult situation. It makes me very proud to have a friend like her, to have a sister like her.. she is a strong woman ☺
☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺
☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺
