WILD~YOUNG~FREE

Welcome to my blog, take a sit and enjoy ;)

Jumat, 04 Maret 2016

What an Amazing Feeling!

Entah mau mulai dari mana saya harus nulis.. Haha it was a loooong time yaa. Blog ini tercipta tahun 2010. Waktu itu umur masih 21, sekarang di usia menginjak hampir 26 tahun, banyak sekali hal yang sudah terjadi terutama 4 tahun kebelakang ini. Di usia 25 akhirnya saya memutuskan untuk menikah dengan laki-laki pilihan saya yang (pastinya) saya pernah ceritakan juga di blog ini.
Hhhh syukur Alhamdulillah, bukan hanya kedewasaan yang menjadi meningkat 99,99 % tapi juga ketaqwaan, keimanan kepada Allah SWT, kekhusukan dalam beribadah, benar-benar saya rasakan setelah menikah. Dan saya juga sudah memutuskan untuk berhijab, bahkan sebelum menikah. Keputusan untuk berhijab adalah keputusan yang tidak mudah. Kita harus bertanggung jawab atas segala perilaku yang mencerminkan seorang muslimah. Namun saya sadar siapa saya, saya hanyalah seorang hamba yang penuh dosa. Saat saya menyadari bahwa menutup aurat adalah kewajiban seorang wanita muslim, saya berkaca pada diri saya yang saat itu masih mengumbar aurat yang seharusnya saya simpan untuk suami saya nanti. Dan itu membuat saya berpikir bahwa tidak ada hubungannya dengan perilaku seseorang, karena itu adalah Kewajiban. Alhamdulillah, hampir 2 tahun sudah saya berhijab dan saya menemukan ketenangan dalam batin saya. Yang terjadi 4 tahun kebelakang ini, yaitu termasuk menjadi seorang pegawai di perusahaan tempat saya bekerja sekarang adalah merupakan bukti bahwa hijab tidak membatasi rezeki seseorang, malah yang saya rasakan justru menambah rezeki. Saya percaya bahwa rezeki adalah jaminan Allah. Kita cuma harus meyakini kebesaran Nya. In shaa Allah hidup akan selalu tenang. Amin. o:)

Sebenernya bikin blog cuma iseng, karna hobi nulis. Hobi nulis apa hobi curhat ya? hahaha. Ya at least bisa menuangkan apa yang ada di hati dan di kepala. Mudah-mudahan sih bisa menginspirasi orang-orang yang membaca tulisan saya juga. :D
Kali ini saya ingin berbagi kebahagiaan dengan menunjukan beberapa moment yang ter-capture dalam sebuah gambar yang sengaja diabadikan pada saat lamaran pernikahan dan pada hari H pernikahan saya dengan suami saya. Walaupun sudah lumayan lama waktunya, ngga papa deh ya. Cerita sedikit, ngga kebayang deh rasanya akhirnya dilamar sama orang yang kita cintai. Bahagia, sedih, haru, excited, semua bercampur jadi satu. Dimana di moment itu dua keluarga besar bertemu dan akan menjadi satu keluarga yang lebih besar lagi, insha Allah lebih erat lagi, saling mendukung satu sama lain. Alhamdulillah mereka semua selalu ada untuk membantu kelancaran acara pernikahan kami hingga dengan hari H walaupun kami tidak memintanya. Benar-benar saya bahagia karna memiliki keluarga dan saudara-saudara yang peduli dan saling menyayangi satu sama lain. Terimakasih kepada seluruh keluarga besar dan semua yang berkontribusi di dalam acara pernikahan kami. I Love you all so much ! :* :*

Dian & Backri - 25 April 2015




Itulah beberapa moment pada saat acara lamaran di kediaman orang tua saya. Acaranya berlangsung sangat khidmat dan kekeluargaan. Walaupun kami berasal dari suku yang berbeda, saya dan keluarga dari Jawa, sedangkan suami dan keluarga dari Medan Sumatra, tapi tidak mengurangi suasana kehangatan dan kekeluargaan yang begitu kental pada acara lamaran berlangsung. Alhamdulillah. :)

Hari demi hari berlalu, waktu terus berjalan.. Persiapan pernikahan kami masih cukup lama yaitu sekitar 6 bulan tepat di tanggal 4 bulan Oktober 2015. Layaknya orang yang sedang mempersiapkan acara besar, yah standar aja sih yang dipersiapkan. Perlahan tapi pasti, kita menyiapkan semuanya. Dari mulai nyicil beli seserahan, memilih-milih warna tema pernikahan, foto pra wedding, menyiapkan dekorasi, catering, tata rias, kostum, dan banyak perintilan lainnya yang kadang terlupakan. Kadang saking excited nya mempersiapkan pernikahan, ada saja hal yang diperdebatkan. Alhamdulillah nya, saya dengan suami yang waktu itu masih calon suami sangat flexible dan selalu berusaha untuk saling memahami kemauan satu sama lain. Jadi tidak ada cobaan yang begitu berarti yang kata orang-orang sih agak berlebihan menurut saya. Pada acara pernikahan kami, kami memilih menggunakan adat Jawa yaitu dari pihak orang tua saya. Karena biasanya yang menggelar acara resepsi dari pihak perempuan, jadi perempuan berhak menentukan ingin menggunakan adat apa. Bicara soal adat Jawa dalam pernikahan, sebenarnya saya tidak terlalu tahu banyak dan bahkan baru tahu setelah mempersiapkan pernikahan ini. Jadi ya saya manut aja apa kata orang tua. Dari mulai acara siraman, sampai prosesi adat Jawa di hari H pernikahan. Dan seluruh proses telah berhasil kami lewatkan dan berjalan lancar, syukur Alhamdulillah. Satu kata yang bisa saya ungkapkan, Bahagia. Mungkin kata itu sudah mewakili seluruh perasaan yang saya rasakan waktu itu.


Berikut ini beberapa foto Pra Wedding kami :



Mengambil tema kerajaan dan bridal ala-ala kalo kata anak jaman sekarang. Hahaha. Foto ini dilakukan indoor waktu itu di salah satu foto studio di daerah Rawamangun Jakarta. Mungkin kalau yang sudah menikah, pernah tau referensi studio yang udah terkenal namanya ini. Yap, POSE Studio. Studio foto ini menawarkan berbagai macam tema foto pernikahan yang unik-unik banget dan hasilnya dijamin bagus. Ya walaupun sedikit agak mahal tapi worth it dengan hasilnya. 

Next ke foto yang lain:


Percaya atau tidak, mahar uang ini saya buat dengan tangan saya sendiri :)

Seserahan



Moment Siraman 3 Oktober 2015 (Malam Midodareni)



Dian & Backri - 4 Oktober 2015

Akad Nikah


Resepsi 

Fiuuuh.. begitu kelar keseluruhan acara nya hal pertama yang saya sekeluarga lakukan adalah mengucap syukur. Alhamdulillahirabbilalamiiiin. Akhirnya terbayar semua rasa lelah kami. Acaranya berjalan lancar sesuai dengan yang kami harapkan. Tamu undangan pun full. Hanya beberapa yang tidak bisa hadir.

Waktunya istirahat, karna esok pagi kami berdua langsung akan terbang ke Bali untuk honeymoon. Ya namanya juga karyawan swasta, waktu cuti nya terbatas. That's why kami ngga mau buang-buang waktu, langsung honeymoon walaupun kondisi lagi capek banget. Hehe.

Finally Arrived!!!



Akhir dari cerita yang sungguh menyenangkan!! Perjalanan panjang cerita saya dan suami sewaktu pacaran pun berakhir disini. Dan kita menuju ke babak baru yaitu rumah tangga. Semoga rumah tangga kami selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah in shaa Allah. Amin. Dikaruniai anak soleh dan solehah, dan mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kami kelak. Amin ya Rabbalalamin. 

With Love and Peace. 
Wassalamualaikum Wr. Wb.










Kamis, 13 Februari 2014

BEDA GENERASI


MIRIS. Satu kata yang tepat untuk anak-anak jaman sekarang. Beberapa hari yang lalu gue ngeliat pemandangan yang kurang lazim di mata gue, kebetulan waktu itu gue berada di salah satu Mall besar di Jakarta Utara. Saat itu di food court pas gue mau makan, gue ngeliat sebuah keluarga yang pada saat itu juga lagi makan, mereka keturunan Chinese #nooffense. Cerita nya si dua orang anak dari pasangan Chinese ini lagi mainan Ipad, mana kacamata Masya Allah tebel-tebel bener. Si orang tua hanya ngebiarin dua anak nya mainan gadget sambil makan, bahkan sampe makan nya berhenti padahal belom abis tu makanan. Anak-anak itu lebih prefer main subway surfer ketimbang makan. They're parent's not doing anything, yaa paling ngga negur gitu. Dilihat dari postur tubuhnya anak-anak ini kaya masih 5/6 tahun. Tapi pegangan nya udah tab yang segede gede nampan.

Sebenernya ngga ada masalah di gadget nya sih, karna semakin lama teknologi udah semakin berkembang. Dan ngga bisa dipungkiri emang, sejak dini anak perlu dikenalin sama gadget biar ngga gaptek. Malah anak jaman sekarang udah lebih pinter dan ngoprek sendiri soal gadget. Tapiiiiii.... banyak orang tua yang udah salah kaprah soal beginian. Kebanyakan dari mereka adalah memberikan fasilitas yang terlalu berlebihan ke anak sehingga hidup mereka jadi kaya robot. Lama-kelamaan generasi bangsa ini jadi anak-anak muda yang terlalu sibuk dengan dunia khayal nya dari pada action nya. Ya coba bayangin aja, anak umur 6 tahun udah dikasih gadget, dan penggunaan nya ngga dibatesin. Yang gue tau, dari salah seorang temen yang punya anak dari 5 tahun udah dikasih gadget adalah.. Mau ngapa-ngapain jadi ngurusin game terus, ya namanya anak segitu yang dia tau kan cuma main game. Mau makan main game, mau tidur main game dulu, ampe poop juga sambil main game, *sigh* Eh pas umurnya naikan dikit, jadi pecandu social media. Oh kambingku : /

Flashback ke tahun 90-an yang notabene adalah tahun kelahiran gue, jelas sangat jauh berbeda keadaan nya. Masa kecil gue berasa banget lebih menyenangkan ketimbang anak-anak sekarang. Mainan nya masih tradisional. Dulu waktu SD kalo pulang sekolah gue suka main, itu pun kudu ngerjain PR dulu baru main. Salah satu nya main karet. Permainan lompat tali yang legendaris banget, makin nambah level nya, makin bisa dibilang jagoan si pemain nya. Ajaibnya, gue apal banget ampe level ujung. Hahahaha.. lucu kalo inget itu. Trus gue suka main tazos yang gue kumpulin ampe satu kardus, main gundu, ampe main ikan cupang!! Dulu itu kalo melihara binatang gara-gara ikut-ikutan temen. Ada temen miara kelinci, gue ikutan miara kelinci, ada temen miara ayam, gue ikutan miara ayam. Anak ayam yang kecil warna kuning itu udah paling unyu banget deh. Gue melihara juga, namanya ceper. Dari kecil udah gue sering make over dia, gue kasih sepuhan warna pink, ijo, ungu.. pokonya keren banget gue buat, hahahaha. Gue pelihara sampe gede dan sampe akhirnya mati, lupa entah karna apa. Tontonan tv juga masih asik dan mendidik, inget kan serial tv "keluarga cemara" ? Ini tontonan wajib kalo siang. Ceritanya ringan, sehari-hari banget, ngga kebanyakan fiktif, dan juga mendidik anak-anak. Banyak acara tv lagu anak-anak juga, ada tralala trilili, dunia anak, cilukba.. Hhh ngga ada masa kecil yang lebih menyenangkan selain masa-masa anak 90-an.
Kalo anak sekarang? Selain gadget jadi persoalan, acara tv sekarang udah ngga ada yang mendidik. Moral bangsa ini seolah dicabik-cabik sama mereka-mereka pembuat sinetron murahan hanya demi rating dan uang. Jaman sekarang sinetron isinya anak sekolah yang ngga sopan sama guru nya, berani sama orang tua nya, dan hobi banget berantem sama temen-temen nya. Yang kebanyakan diangkat adalah sisi negatif nya ketimbang sisi positif nya, gimana pergaulan nya, keren-kerenan nya, pamer satu sama lain, dan biasanya ada adegan rebutan cowo nya, cintaaaaaaa mulu yang ditonjolin tanpa ada sisi baik nya apa dari cinta itu. Soal pelajaran gitu, atau apa kek. Misal ni, seorang mahasiswa yang memperjuangkan pendidikan nya sampe keluar negeri trus disana dia dapet banyak godaan, salah satunya cinta. Yang kaya gitu ada, tapi film yang tayang nya di bioskop, yang semua orang belum tentu nonton. Sinetron yang ada di tv setiap hari yang harusnya ngangkat cerita begitu tu. Tau kan sinetron sekarang kaya apa? Cerita nya gitu-gitu aja men! flat! Kalo ngga soal anak sekolah rebutan pacar, soal anak nya ketuker, ibu nya ketuker, lama-lama pala lu ketuker! -__-' Adegan nya juga cuma gitu-gitu doang, cewe-cowo tabrakan di sekolah ato di kampus, bukunya jatoh berserakan, mereka turun berbarengan, tangan nya ga sengaja kepegang, trus pandang-pandangan seolah ada sinar numpuk di mata nya (padahal belek), ada effect angin-angin semilir biar rambutnya kibas-kibas keik gadis sunsilk -_-.



Save our generation guys!


Peace out!

Selasa, 24 Desember 2013

When I meet someone..

Holla blog walkin'.. Oh God sudah lama sekali tidak bersentuhan dengan media yang menyenangkan ini!! Banyak banget perubahan dari hidup gue yang mau gue share disini.. u know what.. sebelumnya gue pernah bilang bahwa hidup itu unexpected, yaa emang bener, kita gak akan tau apa yang akan terjadi esok.. lusa.. dan seterusnya. So guys, you don't need to be afraid with somethin' that hurting you now! Semua pasti ada hikmah nya untuk kita jadikan pelajaran untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
Menyinggung soal percintaan, selama hidup gue gak pernah tuh yang namanya nemuin cowo yang bener2 tulus dari awal.. anehnya ya gue terima-terima aja. Namanya juga cinta, pasangan kita mau gimana juga yah sudahlah diterima aja. But now.. I'm sooooo happy, because I finally found 'him'...
Ok.. dimulai dari awal perkenalan kita yang lucu banget, (ngga banget sih sebenernya). Kita pertama kali kenal lewat twitter, siapa sih orang yang ngga tau media sosial ini.. Bahkan pocong aja punya akun nya haha! Awalnya gue yang emang iseng mention dia karna twit nya dia yang lucu banget.. akhirnya dia mulai bales mention dan terrrrrnyata... Kita satu almamater! Kita berasal dari satu kampus yang sama, fakultas yang sama dan program studi yang sama!! Anehnya, gue bener-bener gak pernah kenal sama dia waktu kuliah dulu. Kita beda angkatan, dia 2009 sedangkan gue 2007. Yaah emang gue lebih duluan dua tahun dibanding dia, tapi umur kita cuma beda setahun kok! #gakmaudibilangtua. Mungkin itu juga sih yang bikin kita ngga saling kenal, padahal gue pernah sekelas bareng dia loh gara-gara kuliah ngaret satu smester! haha. Yasudahlah lupakan saja.
Jadi cerita nya begitu readers.. Gue yang awalnya nganggep ini perkenalan biasa aja, bahkan tertarik untuk kenal lebih jauh pun ngga gitu kan, lama-lama berpikir "sepertinya dia baik" itu aja sih awalnya.
Suatu hari, dia direct message ke twitter gue.. dengan menyebut gue "kak" dia pun nge dm minta pin gue bb gue.. Karna gue bukan tipe orang yang langsung kasih pin bb ke sembarang orang ya gue tanya dulu buat apaan. Setelah bla bla bla.. akhirnya gue kasih karna gue pikir dia junior gue di kampus dan gue kenal baik sama temen-temen nya dia, yaah apa yang musti di khawatirin.
Flashback sedikit, perjalanan cinta gue emang ngga pernah berakhir menyenangkan sebelum ketemu dengan si orang ini. Sebelum putus sama yang terakhir gue sempet diselingkuhin sama mantan gue dengan beberapa wanita dan itu buat gue udah freak banget kasusnya sampe bikin gue hampir stress, dan yang terakhir.. gue jadian cuma 2 bulan setelah itu kaya mati rasa aja gitu.. entah salah gue dimana, pada akhirnya gue yang memutuskan untuk putus. Yaah.. itu buat gue bukan cinta, kayanya yang berjuang cuma gue doang. buat apa bertahan?
Kembali kepada "someone special" ini.. Akhirnya perkenalan kita berlanjut di bbm. Yang gue dapet saat itu, kenyamanan, fun, dan berasa muda ngobrol sama dia. Awal nya pun gue merasa bahwa anak ini agak nya kurang mature yah.. Gue bukan tipikal yang kudu ada standart spesifik sih untuk pasangan hidup, yang penting dia mature aja tapi ngga serius-serius amat. Lambat laun.. obrolan kita semakin meningkat tahap nya. Lebih intens, lebih seru, dan gue sangat menikmati itu... Ahhh I actually don't know my own feeling's.. yang gue tau ya gue happy.
Sebenernya... entah saat itu perasaan gue yang emang lagi kusut banget karna selalu berujung menyakitkan dalam percintaan atau emang suka sama ini orang.. You know what, he really understands how to treat a woman sooo well! That's why I like him.
Kemudian nama panggilan kita pun berubah menjadi 'sayang' itu tu kaya ngalir gitu aja.. dan gue seneng dengan panggilan itu. Dia yang saat itu di Medan, bikin gue agak kurang yakin untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius lagi, karna gue di Bekasi.. apa bisa long distance? Ternyata dia memutuskan untuk balik ke Jakarta dan menetap disini. Fiuuuuhhh entah itu jawaban dari ketidak yakinan gue karna ngga pernah mau mencoba untuk berubungan dengan seseorang yang jauh. Terlepas dari itu, gue bahagiaaaaa banget saat itu, karna akhirnya kita akan ketemu!!!!
Pertemuan pertama gue sama dia diawali dengan dinner di salah satu restoran yang gue suka di Bekasi, dan emang gue lagi pengen banget makan itu. Hhhhh.. deg-degan? ngga juga sih.. yang bikin deg-degan justru bukan karna mau ketemu dia, tapi deg-degan mikir dia baik ngga ya? gue bener ngga ya mau ketemu gini? yaah macem2 lah. Karna maklum lah, setelah banyak banget ngalamin kejadian yang gak enak dalam hidup soal percintaan, gue agak-agak trauma untuk memulai suatu hubungan yang baru lagi. Hhhh.. Ok finally gue buang dulu pikiran-pikiran semacam itu, dan mencoba berpikir se-positif mungkin tentang dia tanpa mikir yang aneh-aneh.
Dia yang udah nunggu duluan di dalem, kayanya malah yang lebih keliatan nervous dari muka nya, haha. Then.... kita berjabat tangan.. "Akhirnyaaa ketemu" *dalem hati*. Gak bisa boong, gue seneng karna akhirnya bisa ketemu. Gue yang keliatan nya udah lebih expert dari dia soal gini-ginian hahahaha lebih enak aja gitu ngobrolin apa aja, pesen makanan apa aja, dibandingin dia yang lebih banyak diem dan gak berani natap muka gue.. haha Oh God, ini orang kok polos banget yah ternyata. Tapi kemudian disana kita secara ngga sengaja ketemu temen gue. Namanya Vian, dia temen SMA gue dulu. Akhirnya dia gabung di meja kita dan kita jadi ngobrol bertiga, dan berlanjut ke sebuah tempat karoke keluarga di deket situ juga. Dia keliatan malu-malu banget untuk nyanyi, sedangkan gue sama temen gue tu udah kaya jadiin itu tempat sebagai ruangan konser kita berdua aja gitu. haha.
Malam semakin larut, pertemuan kita sudahi, dia anter gue pulang.. dan sampe disitu aja.. Satu hal yang bikin gue akhirnya mikir dan nge twit sesuatu. Kata-kata ini yang gue twit "Agak nya kurang mature yah". Saat itu emang cuma itu yang gue pikirin, dia juga belum begitu terbuka sama gue.. yah karna memang kita baru ketemu saat itu dan belum saatnya untuk lebih open with all of his life. Jujur, saat itu.. gue juga sedang dekat dengan orang lain, tujuan gue cuma satu.. Gue mau cari yang terbaik.. tanpa maksud untuk menyakiti siapa pun.
Karna satu dan lain hal, akhirnya gue memutuskan untuk memilih "someone special" ini untuk menjadi seseorang yang bisa menjaga hati gue dengan baik. Bukan seseorang yang bisa nya marah-marah saat kondisi terdesak dan gue gak bisa kasih kabar dan ini dan itu segala macem. *nah sekarang ngerti kan maksud gue apa lebih milih si orang ini dibandingkan yang lain*
Gue mulai berpikir, sebenernya apa sih yang kita mau cari dalam hidup ini? Materi? Harta yang bergelimangan.. atau cuma sepucuk kebahagiaan? Kalo gue sih jelas lebih milih KEBAHAGIAAN. Buat gue, kata-kata itu udah cukup untuk gue dapetin, terlepas dari hal-hal realita yang lain. Nyari pasangan hidup yang baik susah men! apalagi kebahagiaan.
Berbekal ketenangan hati yang cukup kuat, gue menjalani hari-hari gue dengan dia.. Dengan orang yang menurut gue udah paling pas buat gue. Gak mikirin hal yang muluk-muluk like a fairytale. One thing for sure that i know, He's a nice guy.. and.... I've started to love him...
Hari demi hari.. waktu demi waktu gue lewatin bersama dia.. just one word.. 'Happy" itu yang gue rasain saat sama dia, ada di dekat dia buat gue ngerasa nyamaaaan banget, dia selalu memperlakukan gue dengan baik, hidupnya ngga pernah aneh-aneh. Dan satu hal yang buat gue ngerasa berdosa banget dengan twit yang dulu pernah gue tulis saat pertama kali kita ketemu. Begitu gue tau yang sebenarnya.. tentang keluarga nya, tentang perjalanan hidup nya.. buat gue berbalik berpikir bahwa "He's my man!" dia luar biasa dewasa.. dia luar biasa mateng! Sorry I can't tell you guys, cuz it's too privacy. Yang jelas, saat itu gue cuma berpikir, dia laki-laki yang sangat hebat. Dan laki-laki ini akan jadi ayah untuk anak-anak gue nanti.
Delapan bulan sudah gue menjalin hubungan ini sama dia, dan satuuuu kali pun dia ngga pernah memperlakukan gue kasar, satuuu kali pun kita ngga pernaah ribut besar, dia selalu memberikan yang terbaik untuk hubungan ini, begitu pun sebaliknya. I just wanna say.. "I'm lucky to have you.."
Ini adalah beberapa moment yang gue lewatin sama dia :



So guys, untuk hidup bahagia itu bukan soal materi, atau ketampanan, atau apapun itu yang kelihatan nya baik di depan. Tapi kenyamanan, berusaha menerima setiap kekurangan pasangan kita, bersyukur dengan apa yang kita miliki, menyayangi dengan sepenuh hati dan menjaga dengan baik apa yang kita punya, Kalau ada orang yang jahat sama kita, lupakan lah.. maafkan dia.. Ikhlas nerima sesuatu yang buruk, jadikan itu sebuah pelajaran. Maka Kebahagiaan itu pasti akan datang, bahkan lebih dari yang kita bayangkan.


with peace and love. 

Senin, 23 Desember 2013

Hello there!!!

hi. the writer is back! i will be posting some new stuff soon. ah i miss blogging. peace out!


Sabtu, 21 Juli 2012

Evaluasi Hidup

Ngga tau sih sebenernya mau posting apaan. Cuma mau share soal hidup gue. Kalo mikir flash back, gue itu bandel juga yah.. doyan clubing, main kesana kemari, kuliah ngaret 1 smester, males, mikir cuma buat seneng-seneng doang. Sampe akhirnya gue menyadari akan kebodohan gue waktu jaman itu.. 
Beruntung. Kata-kata itu yang bisa menggambarkan kehidupan gue. Gue yang bandel ini akhirnya bisa lulus kuliah dan langsung kerja tanpa harus menyandang predikat "pengangguran" *no offense*
Jaman kuliah dulu, gue sering banget boongin orang tua gue cuma untuk dapet izin pergi keluar 2 atau 3 hari. Dan gue pake buat melalang buana sama temen-temen gue kemana-mana. 
Sampe suatu saat pengalaman hidup itu akhinya berhasil menyadarkan gue kalo hidup tu ngga selamanya bakalan kaya gitu terus. Kita harus berjuang buat ngedapetin apa yang kita ingin capai. Dari situ juga, gue bisa lebih menghargai setiap detik yang gue pake dalam hidup, betapa berhaganya waktu yang gue buang walau cuma sedetik. Menggunakan waktu hanya untuk hal-hal yang bermanfaat itu ternyata sangat bepengaruh buat hidup gue.
Bersikap serba praktis dalam hidup juga penting, jalani apa yang menurut lo benar dan ngga neribetin orang apalagi diri lo sendiri. Apatis juga kadang dibuthin dalam menjalani hidup, ngga peduli dengan konflik yang terjadi pada orang lain yang jelas-jelas ngga ada hubungannya dengan kita. Ini gue sebenernya ngga tau ngomong apaan yah, agak ngelantur. Cuma yah itu yang gue rasain ketika gue mulai merubah pola hidup dan sikap gue menjadi lebih "benar". 
Tapi ketika semua udah gue dapet, akhir-akhir ini gue ngerasain kejenuhan tingkat khayangan -_-
Jenuh dengan rutinitas yang itu-itu aja. Bangun pagi, mandi, nonton spongebob, berangkat ke kantor, pulang sore, makan mandi tidur.. besoknya gitu lagi gitu lagi. Dan hal itu udah terjadi 1 tahun 3 bulan kebelakang ini. huuuh, gue butuh refresh otak gue, pengen relaksasi badan, pergi ke suatu tempat yang alam banget misalnya. Emang bener ya kata oang-orang, waktu masih sekolah/kuliah, kita punya banyak waktu tapi ngga punya banyak duit. Eh pas udah kerja, duit ada tapi ngga punya waktu even untuk sekedar Me Time.
Kadang pengen balik ke masa itu, masa dimana gue masih bisa wara-wiri tanpa mikirin beban apapun, beban kerjaan dikantor yang numpuk tiap hari. Menjalani rutinitas yang itu-itu aja. 
Loyalitas penting, tapi kebahagiaan jauh lebih penting. Pengen resign dan istirahatin otak sejenak, ambil cuti oke juga sih nih. Jadi agak nge galau gini yah :/

Yah semoga aja suatu saat, gue bisa nikmatin hidup gue seutuhnya. Salam galau dari saya malam ini. XoXo!

HAPPY RRAMADHAN 1433 H!!

Di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, izinkan gue untuk menghaturkan :
"Mohon Maaf Lahir dan Batin, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi Seluruh Umat Muslin di Dunia."


_Dian_

Minggu, 11 Maret 2012

Life Is Unexpected PART II

Kalo lo nyimak, dalam postingan sebelumnya gue udah cerita sedikit tentang tetangga gue. Gimana kita bisa kenal dan akhirnya temenan, bahkan udah kaya kakak-adik.
Yea, dia adalah "isteri simpenan" dari seorang polisi yang cukup kaya dan terkenal di daerah nya. Sebut aja namannya 'Jojo'. Kalo diliat Jojo ini emang manis, walaupun kulitnya hitam, pembawaannya tenang, dan berwibawa, juga punya kharisma, sehingga orang yang kenal sama dia agak sedikit segan dan menghormatinya, termasuk gue saat kenal dia. One day, gue diajak pergi ke suatu tempat karoke gak jauh dari daerah tempat kita tinggal, gue yang saat itu lagi sama cowo gue akhirnya join dengan mereka. 
Setelah kita saling kenal, bisa ketawa-ketawa bareng gue berpikir, ternyata ngga sedingin itu orangnya, he's very humble, so easy to closer with him, and i'm happy because i think he can caring his "second wife".
Saat kita mulai deket, teteh ngga pernah cerita tentang karakter dari suami nya seperti apa, yang gue tau dia adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya walaupun si teteh ini adalah isteri keduanya. Sampai pada akhirnya teteh ngerasa kalo akhir-akir ini Jojo kurang peduli sama dia, saat dia ngeluh sama gue, tanpa dia sadarin dia yang justru menguatkan dirinya sendiri untuk bersabar karna posisinya dia adalah seorang isteri kedua. Dia selalu yang bilang "teteh mah positif thinking aja, kalo dia kurang peduli mungkin dia lagi sibuk sama urusan kantor atau urusan partai". Lagipula Jojo juga bukan hanya sibuk dengan urusan rumah tangga, tapi saat ini dia juga sibuk menjadi tim sukses dari salah satu kandidat Pilkada Bekasi. Puluhan bahkan ratusan juta dari uang pribadinya sudah ia keluarkan demi mensukseskan  kandidatnya agar terpilih menjadi Kepala Daerah di Bekasi. Tepatnya hari ini, tanggal 11 Maret 2012 menjadi puncaknya, karna hari ini hari pemilihan Kada bagi seluruh warga Bekasi.
Satu hal yang gue kurang respect dengan Jojo adalah dia adalah orang yang sangat menyukai tempat hiburan, dia rela keluarkan banyak uang untuk datang ke tempat hiburan malam. Sedangkan isteri keduanya sangat dilarang keras untuk bekerja, atau bahkan untuk sekedar hang out sama teman-temannya. Teteh sabar, dia selalu nurut apa kata Jojo, semua kemauan Jojo selalu diturutin, padahal dia sering dibohongi oleh Jojo.
Suatu hari, saat dia bener-bener jenuh dengan keadaan dia yang seperti itu akhirnya dia curhat sama gue, sebagai temen yang baik gue berusaha menjadi pendengar yang baik dan berusaha memahami apa yang dia rasakan dalam hidupnya. Karna terbawa emosi tentang cerita dia dan Jojo, tanpa dia sadari akhirnya dia menceritakan pengalaman hidupnya dari dia kecil sampe sekarang.
Dari kecil, dia adalah orang yang kurang diperhatikan oleh keluarganya sendiri, dia ngga pernah ngerasain kebahagiaan semasa kecil itu seperti apa. Dia yang waktu kecil tinggal di Bandung saat itu, orang tuanya sudah bercerai. Ibunya menikah lagi dengan laki-laki lain, dan memutuskan untuk ikut bersama suaminya di Medan. Semakin jauh dia dari Ibu, tetapi ngga sedikitpun ibunya peduli dengan dia. Ayahnya pun menikah lagi dengan wanita lain. Entah apa yang ada di pikiran dia saat itu, apa yang dia rasa saat itu, gue pun terenyuh dalam ceritanya.
Waktu dia kelas 4 SD, dia pernah punya pengalaman yang pahit banget. Saat itu dia mau ujian Ebtanas, *dulu kan masih EBTANAS yah* tapi karna ga ada yang biayain dia kebingungan, sedangkan untuk ikut ujian itu dia harus membayar biaya ujian sebesar 40 ribu rupiah. Akhirnya dia putar otak dan memutuskan untuk dateng ke rumah ayahnya yang masih di Bandung untuk meminta uang. Jauh-jauh, anak sekecil itu udah berkorban naik bus hanya untuk meminta uang untuk biaya sekolahnya. Sambil berlinang air mata, dia nerusin cerita nya ke gue, gue mendengarkan penuh haru.. Jam 11 malam dia akhirnya sampe ke tempat ayahnya. Dia bicara ke ayahnya sambil nangis, minta uang karna ngga ada uang buat biaya ujian. Tanpa disangka, ayahnya justru nyuruh dia pulang karna isterinya yang notabene adalah ibu tiri teteh ngga suka dengan kedatangan teteh. Akhirnya dia cuma dikasih uang 50ribu dan disuruh pulang sendirian naik angkutan umum. Jam12 malam, seorang anak kecil disuruh pulang sendirian jauh-jauh kaya gitu!!!! whaaaaat?! yang ada di otak gue saat itu adalah ayahnya adalah seorang ayah yang biadab! sorry kalo gue kasar tapi cuma kata-kata itu yang bisa menggambarkan kepribadiannya. (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾'̾̾)̾
Akhirnya dia pulang, di angkot dia nangis, beruntung dia bersama dengan orang-orang baik saat itu, ada ibu-ibu yang nanya, "kenapa de? mau kemana malem-malem gini sendirian? kok nangis?" teteh pun menceritakan apa yang dia alamin waktu itu dan bikin seisi angkot iba sama dia dan justru dia dikasih uang dari orang-orang yang ada di situ bahkan supir angkotnya pun berbaik hati untuk nganter dia sampe rumah. fiuuh tenang denger endingnya..
Dari kecil dia selalu ngerasa dijadiin pembantu dirumah tempat dia tinggal. Dia tinggal di rumah saudaranya, karna orang tua nya yang udah divorce. Dia selalu tau diri akan posisi dia dirumah itu, setiap hari tanpa disuruh pun dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kalo abis makan malem cucian piring banyak, karna penghuni rumah itu banyak, tanpa diminta pun dia cuci piring bekas makan saudara-saudaranya.
Saat dia SMA dia pacaran sama Jojo, bertahun-tahun pacaran, dia ditinggal nikah sama Jojo, dia nikah sama isteri Jojo yang pertama. Ternyata Jojo dijodohin sama keluarganya dan dipaksa menikah dengan pilihan keluarganya. Teteh saat itu jatuh dan terpuruk akibat kejadian itu akhirnya berpaling ke cowo lain sampe akhirnya nikah. Sebut aja 'Joni'. Setelah nikah sama Joni, dia pikir dia akan dapetin kebahagiaan yang layak dia rasakan . Tetapi ternyata Joni sering memperlakukan teteh secara ngga selayaknya sebagai isteri. Mereka berdua tinggal di rumah Joni bersama kedua orang tua Joni,. Joni yang memang dari dulu udah 'ngga bener' ternyata ngga bisa berubah. Hal itu sebenernya yang diinginkan keluarga Joni dari teteh, yaitu membuat Joni berubah. Karna keluarganya berpikir bahwa teteh ngga bisa ngerubah sifat Joni yang masih suka keluar malam, mabuk-mabukan, main perempuan, sampe saat teteh hamil anaknya Joni (yang gue ceritain di awal mau rayain birthday anaknya itu anak dari Joni), bahkan dia ngga peduli. Bahkan saat anaknya lahir, Joni sama sekali ngga ada di samping dia untuk melindunginya layaknya seorang suami kepada isterinya. Untuk beli susu anaknya pun dia cari uang sendiri, dia usaha jualan jus di depan sekolahan di Bandung waktu itu. Di rumah mertuanya dia seperti dijadiin pembantu sama mertuanya sendiri. Disuruh cuci pakaian satu keluarganya, nyapu, ngepel, yah pokonya pekerjaan rumah lah. Padahal orang sekaya keluarga Joni bisa nyewa 1 atau bahkan lebih pembantu untuk ngerjain tugas-tugas rumah kaya gitu. Denger cerita itu gue cuma bisa menghela nafas sambil ngelus dada, ckckck pahiiiit banget pahit!!
Teteh masih punya cukup kesabaran untuk ngadepin itu semua, sampe pada akhirnya Joni ternyata mempunyai wanita lain dalam hidupnya. Yea readers... dia selingkuh.(⌣́_⌣̀) *O My God! apa lagi ini! *dalem ati*. Saat itu Joni pulang tengah malem dan dalam keadaan mabuk, dia tidur dan melepaskan pakaiannya untuk berganti pakaian, saat itu teteh melihat kejanggalan yang ada di tubuh suami nya itu, lo atau apa yang ada di badan tu orang?! Di dada nya banyak terdapat bekas "cupangan"! entah siapa orang yang udah jadi selingkuhan Joni, saat itu teteh marah dan kalap, dan secara spontan memukuli Joni dengan sapu yang waktu itu ada di depan matanya. 
Setelah kejadian itu, dia berpikir dan memutuskan untuk bercerai dengan Joni. Dia bingung dengan keadaannya waktu itu, ngga tau harus berbuat apa. Saat itu dia hanya berpikir untuk kembali ke Jojo, tapi ngga mungkin lagi karna Jojo udah punya isteri. Jojo yang sampe sekarang tinggal di Bekasi, akhirnya bertemu lagi sama teteh karna teteh mutusin pergi dari Bandung ke Bekasi untuk nemuin Jojo.
Setelah ketemu Jojo, teteh meluapkan semua yang ada dalam hatinya, ia keluarkan semua yang telah dialaminya belakangan itu. Tanpa disangka, Jojo justru meminta ia kembali, dan ingin meminangnya sebagai isteri kedua. Akhirnya teteh jujur ke Jojo kalau dia sudah punya anak dari Joni, tapi Jojo tidak peduli dengan itu semua. Ia menerima teteh apa adanya. Akhirnya dia pun menikah dengan Jojo, tanpa persetujuan dari isteri pertamanya. Makanya itu dia disebut sebagai "Isteri simpanan". Dan sampai sekarang.....
Tidak sampai disitu penderitaan yang ia alami. Baru pengen ngerasain kebahagiaan sebentar aja, dia udah harus menanggung beban yang buat gue itu mungkin jadi klimaks nya cobaan hidup yang dari kecil bertubi-tubi menimpa dia.
Dua tahun belakangan dia merasa seperti anak yang terbuang, orang tuanya jarang banget kasih kabar, atau sekedar menanyakan kabar nya apa dia baik-baik aja, sehat atau ngga, lagi ngapain.. fiuh! kasian teteh (⌣́_⌣̀). Sampe pada akhirnya, saat dia lagi main ke tempat salah satu saudara yang dia punya, dia mengeluhkan hal itu kepada saudaranya. And you know what readers..? Saudara nya mengungkapkan bahwa dia adalah bukan anak biologis dari orang tua nya saat ini, itu sebabnya orang tuanya ga peduli sama dia. Bagaikan disambar petir di siang bolong, mungkin itu yang dia rasain saat dia mendengar pengakuan dari saudaranya.  Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang akan kau berikan kepada kakak angkat ku yang baik ini?? :'(
Sambil terus berlinang air mata, dia bilang sama gue "kalo mereka bukan orang tua gue? terus siapaaa orang tua gue!!???!" gue yang akhirnya ikut nangis denger cerita itu, hanya bisa kasih support ke dia untuk selalu sabar, karna yang gue tau teteh itu adalah wanita yang sangat kuat, sangat sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan di hidupnya. Gue memberikan saran ke dia agar ga usah mencari tau, orang tuanya dimana.. hari gini kan teknologi juga udah semakin canggih, tinggal test DNA semua akan jelas terlihat. Cuma keadaan yang ngga memungkinkan dia untuk mencari tau karna jauh dari orang tauanya. Akhirnya dia sudah bisa menerima cobaan itu, dan berusaha mengindahkan perkataan saudaranya yang menyebutkan kalo dia bukan anak biologis dari orang tuanya.
Karna akhir-akhir ini dia ngerasa Jojo ngga peduli sama dia, dia ngungkapin semua yang ada di hatinya ke gue, "sekarang teteh ga mau ambil pusing de, dia mau bohong, dia mau bener atau ngga, sekarang teteh punya ade baru, yang bisa teteh ajak ngomong, teteh punya kamu, teteh cuma takut keilangan perhatian dari orang-orang yang teteh sayang" ngedenger itu.. gue jadi bertekad untuk selalu bisa nyenengin dia, selalu buat dia ketawa.. ngga ada yang boleh lagi nyakitin dia..
Smoga cerita gue ini bisa menginspirasi siapa aja yang ngebacanya, dan bener pepatah mengatakan "don't judge a book by it's cover". Jangan pernah lo menilai apa yang cuma lo lihat, tapi lo baru bisa menilai setelah kita menyelami hal itu. We never know, life history from every person.. and from this story i learn to appreciate the struggles of life, how she can survive with the difficult situation. It makes me very proud to have a friend  like her, to have a sister like her.. she is a strong woman ☺


☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺